Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Saturday, 20 December 2014

Indahnya Masjid Kubah Emas


Sahabat STYLISH, kali ini kami akan mengajak kalian untuk berwisata ke sebuah masjid cantik yang biasa dikenal dengan Masjid Kubah Emas. Ini dia ulasannya untuk kalian yang ingin rihlah bersama teman-teman ataupun keluarga.

Sobat, Masjid Dian Al Mahri yang dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah shalat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat

.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal, indah banget kan. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan 
kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.
Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau 
heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.



Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna 
monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Jadi buat kalian nih Sahabat STYLISH yang belum pernah berkunjung ke Masjid Kubah Emas, segera deh atur jadwal kamu untuk melihat Masjid unik nan cantik ini.

Thursday, 4 December 2014

Wisata Reliji Masjid Agung Jawa Tengah

Halo sobat STYLISH… Sebentar lagi liburan akan tiba yaa… Kali ini STYLISH akan memberi saran kepada sobat sekalian agar dapat menikmati sarana liburan yang murah dan tentunya menambah keyakinan kita kepada ALLAH S.W.T.
Kali ini, sobat STYLISH akan mengunjungi museum sejarah perkembangan Islam di Jawa Tengah jadi selamat membaca, sobat !!!
                
Sejak diresmikan 14 November 2006, Masjid Agung Jawa Tengah menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisawatan dari berbagai daerah. Desain modern dan indah yang mengacu kepada gaya arsitektur timur tengah, bukanlah satu-satunya daya tarik yang dapat dinikmati. Hadirnya museum tampaknya menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai sejarah Islam.
                
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Museum ini berada di lantai dua dan tiga dari Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang. Barangkali ada diantara sobat semua yang punya kampung dekat dengan alamat di atas. Jadi bisa mengunjungi tempat tersebut
                
Pada lantai dua terdapat koleksi diorama dan lukisan yang bercerita tentang awal perkembangan Islam di Jawa Tengah sampai terjadinya dialog antara Islam dengan budaya lokal. Sedangkan pada lantai tiga, menampilkan koleksi-koleksi budaya pesantren sampai dengan berdirinya Masjid Agung Jawa Tengah, seperti Al Quran yang disadur selama 70 tahun dengan aksara Jawa pada 1835 oleh salah seorang abdi dalem Keraton Surakarta.
                
Tidak ketiggalan juga loh koleksi berupa artefak yang seolah turut bercerita bagaimana proses penyebaran Islam lewat budaya yang ada pada masyarakat pada masa itu. Diantaranya koleksi berupa: Wayang Golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal, Artefak Kapal Dagang, Miniatur Menara Kudus, dan banyak koleksi lainnya yang menuntun kita menelusuri sejarah Islam di Jawa Tengah, seru kan, sambil wisata bisa nambah ilmu.
                
Jam layanan untuk umum terbuka pada hari Selasa sampai Minggu pukul 08.00 – 15.00, sedangkan untuk hari Senin libur. Untuk masuk ke dalam museum dan Tower Asmaul Husna pengunjung dikenakan biaya Rp 3.000 per orang (data 2009), termasuk melihat indahnya Kota Semarang dari atas tower. Murah kan?? Lumayan bagi sobat yang ingin jadi backpacker loh.
                
Dengan muatan sejarah Islam yang begitu kental destinasi ini tentunya sangat sesuai untuk berwisata religi bersama keluarga. Terlebih bagi sobat yang mengisi libur lebaran tahun ini di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Jadi, bagi sobat yang ingin liburan sekalian wisata rohani, gak ada salahnya kan buat wisata ke tempat itu. Dijamin gak nyesel loh. Liburan puas, pengetahuan dan iman pun bertambah

Sumber diambil dari: Majalah Travel Club